Tugas UAS

Gender, apa bisa disetarakan???

Isu gender selalu menjadi wacana yang selalu menarik untuk dibicarakan, karena setiap gender dikemukakan pasti ada tema yang baru untuk diperbincangkan. Namun kita perlu tahu dulu apa itu gender agar kita tidak salah paham. Menurut Nasaruddin Umar, gender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari pengaruh social budaya. Ada juga definisi yang lebih jelas, yaitu gender merupakan pandangan atau keyakinan yang dibentuk masyarakat tentang bagaimana seharusnya seorang perempuan atau laki-laki bertingkah laku maupun berpikir. Misalnya Pandangan bahwa seorang perempuan ideal harus pandai memasak, pandai merawat diri, lemah-lembut, atau keyakinan bahwa perempuan adalah mahluk yang sensitif, emosional, selalu memakai perasaan. Sebaliknya seorang laki-laki sering dilukiskan berjiwa pemimpin, pelindung, kepala rumah-tangga, rasional, tegas dan sebagainya. Singkatnya, gender adalah jenis kelamin sosial yang dibuat masyarakat, yang belum tentu benar. Berbeda dengan Seks yang merupakan jenis kelamin biologis ciptaan Tuhan, seperti perempuan memiliki vagina, payudara, rahim, bisa melahirkan dan menyusui sementara laki-laki memiliki jakun, penis, dan sperma, yang sudah ada sejak dahulu kala.
Adapun dalil-dalil dalam Al-quran yang mengatur tentang kesetaraan gender adalah:
a. Tentang hakikat penciptaan lelaki dan perempuan
Surat Ar-rum ayat 21, surat An-nisa ayat 1, surat Hujurat ayat 13 yang pada intinya berisi bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia berpasang-pasangan yaitu lelaki dan perempuan, supaya mereka hidup tenang dan tentram, agar saling mencintai dan menyayangi serta kasih mengasihi, agar lahir dan menyebar banyak laki-laki dan perempuan serta agar mereka saling mengenal. Ayat -ayat diatas menunjukkan adanya hubungan yang saling timbal balik antara lelaki dan perempuan, dan tidak ada satupun yang mengindikasikan adanya superioritas satu jenis atas jenis lainnya.
b. Tentang kedudukan dan kesetaraan antara lelaki dan perempuan
Surat Ali-Imran ayat 195, surat An-nisa ayat 124, surat An-nahl ayat 97, surat Ataubah ayat 71-72, surat Al-ahzab ayat 35. Ayat-ayat tersebut memuat bahwa Allah SWT secara khusus menunjuk baik kepada perempuan maupun lelaki untuk menegakkan nilai-nilai islam dengan beriman, bertaqwa dan beramal. Allah SWT juga memberikan peran dan tanggung jawab yang sama antara lelaki dan perempuan dalam menjalankan kehidupan spiritualnya. Dan Allah pun memberikan sanksi yang sama terhadap perempuan dan lelaki untuk semua kesalahan yang dilakukannya. Jadi pada intinya kedudukan dan derajat antara lelaki dan perempuan dimata Allah SWT adalah sama, dan yang membuatnya tidak sama hanyalah keimanan dan ketaqwaannya.
Kesetaraan yang dimaksud adalah kondisi dan posisi yang menggambarkan kemitraan yang selaras, serasi dan seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh peluang/kesempatan dalam mengakses, partisipasi, control dan manfaat dalam pelaksanaan pembangunan serta menikmati hasil pembangunan dalam kehidupan keluarga, maupun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Menurut D.R. Nasaruddin Umar dalam “Jurnal Pemikiran Islam tentang Pemberdayaan Perempuan” (2000) ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kesetaraan gender ada di dalam Qur’an, yakni:
a. Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Sebagai Hamba
Menurut Q.S. al-Zariyat (51:56), (ditulis alqurannya dalam buku argumen kesetaraan gender hal 248) Dalam kapasitas sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Hamba ideal dalam Qur’an biasa diistilahkan sebagai orang-orang yang bertaqwa (mutaqqun), dan untuk mencapai derajat mutaqqun ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Hujurat (49:13)
b. Perempuan dan Laki-laki sebagai Khalifah di Bumi
Kapasitas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fi al’ard) ditegaskan dalam Q.S. al-An’am(6:165), dan dalam Q.S. al-Baqarah (2:30) Dalam kedua ayat tersebut, kata ‘khalifah” tidak menunjuk pada salah satu jenis kelamin tertentu, artinya, baik perempuan maupun laki-laki mempunyai fungsi yang sama sebagai khalifah, yang akan mempertanggungjawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi.
c. Perempuan dan Laki-laki Menerima Perjanjian Awal dengan Tuhan
Perempuan dan laki-laki sama-sama mengemban amanah dan menerima perjanjian awal dengan Tuhan, seperti dalam Q.S. al A’raf (7:172) yakni ikrar akan keberadaan Tuhan yang disaksikan oleh para malaikat. Sejak awal sejarah manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. Qur’an juga menegaskan bahwa Allah memuliakan seluruh anak cucu Adam tanpa pembedaan jenis kelamin. (Q.S. al-Isra’/17:70)
d. Adam dan Hawa Terlibat secara Aktif Dalam Drama Kosmis
Semua ayat yang menceritakan tentang drama kosmis, yakni cerita tentang keadaan Adam dan Hawa di surga sampai keluar ke bumi, selalu menekankan keterlibatan keduanya secara aktif, dengan penggunaan kata ganti untuk dua orang (huma), yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa, yang terlihat dalam beberapa kasus berikut:
• Keduanya diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga (Q.S.al-Baqarah/2:35)
• Keduanya mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Q.S.al-A’raf/7:20)
• Sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (Q.S.al A’raf/7:23)
• Setelah di bumi keduanya mengembangkanketurunan dan saling melengkapi dan saling membutuhkan (Q.S.al Baqarah/2:187)
e. Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Berpotensi Meraih Prestasi
Peluang untuk meraih prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara perempuan dan laki-laki ditegaskan secara khusus dalam 3 (tiga) ayat, yakni: Q.S. Ali Imran /3:195; Q.S.an-Nisa/4:124; Q.S.an-Nahl/16:97. Ketiganya mengisyaratkan konsep kesetaraan gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual, baik dalam bidang spiritual maupun karier profesional, tidak mesti didominasi oleh satu jenis kelamin saja.
Kesetaraan gender banyak disuarakan oleh kaum hawa, karena mereka merasa terdiskriminasi. Contohnya banyak kaun perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan fisik dan psikis yang diterima dari majikan. Kesetaraan gender pertama diusung yaitu untuk mengingatkan masyarakat bahwa antara laki-laki dan perempuan itu sama.
Tapi zaman sekarang masalah gender lebih mengarah pada wanita diluar rumah untuk mengekpresikan diri dan menampilkan keberadaannya didepan halayak banyak terlebih lagi dalam urusan karir. Kebanyakan wanita zaman sekarang mengangap karir sanagtlah penting. Sehingga banyak diluar sana wanita yang menjadi sekretaris, manajer, dll yang pastinya memerlukan waktu dan pemikiran yang ekstra dalam mengerjakannya. Pada saat itulah mereka tidak punya waktu lebih dalam mengurus keluarga. Maka sekarang banyak kita lihat yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah bibik, yang mengasuh anak ada baby sitter, dan masih banyak tempat penitipan anak. Sudah bisa ditebak oarng yang memakai jasa itu semua adalah orang tua khususnya ibu yang tidak sempat lagi mengurus/ melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu.
Menurut saya kesetaraan gender akan terealisasi apabila, laki-laki dan perempuan mengetahui dan melaksanakan hak dan kewajibanya secara benar dan seimbang. Keberadaan laki-laki dan perempuan adalah untuk saling melengkapi tidak ada yang unggul dan diunggulkan. Keberadaanya , laksana bulan dan matahari meskipun berbeda fungsi tapi keberadaannya memiliki tujuan yang sama yaitu menjaga keselarasan alam semesta. Coba kita bayangkan apabila bulan meminta untuk bertukar posisi dengan matahari, siang akan menjadi gelap gulita padahal siang adalah waktu untuk manusia menjalankan aktifitasnya mencari penghidupan, ini akan mengakibatkan kehidupan didunia akan kacau.
Hak dan kewajiban suami istri.
Kewajiban suami terhadap istri;
1. Mempergauli istri dengan baik (QS.4:19)
2. Suami harus memimpin istri ( QS.2:187,223)
3. Suami wajib memberi nafkah
4. Suami mendidik istri (QS.4:34, 66:6)
5. Suami harus melindungi rahasia istri
6. Memberi kesempatan istri bersilaturrahmi kepada keluarganya juga keluarga suami.
7. Memanggil istri dengan suara yang mengandung kasih sayang.
8. Berbicara dengan bahasa yang menggembirakan istri.
9. Apabila bepergian, hendaklah menampakan wajah yang ceria dan tersenyum ketika bertemu dengan istri.
10. Apabila melakukan perjalanannya jauh hendaklah selalu ingat istri agar tidak khianat kepadanya.
11. Bersikap sabar dan berwibawa, berusaha menasehati istri apabila menyeleweng.
12. Membantu istri untuk menciptakan kesejahteraan dan kedamaiaan keluarga.
13. Mampu mencari penyelesaian yang baik dan mengandung hikmah apabila terjadi perselisihan.
14. Harus bersikap hormat terhadap orang tuanya dan menampakan akhlak yang baik terhadap keluarga istri.
15. Bertanggungjawab terhadap istri, anak dan seluruh anggota keluarga, baik dalam maupun luar (QS.66:6)

Kewajiban istri terhadap suami:
1. Menjaga kehormatan diri (QS.4:34)
2. Taat pada suami.
3. Tidak boleh keluar rumah tanpa seizin suami. (QS.33:32-33; 4:148)
4. Tidak boleh menerima tamu yang tidak disenangi oleh suami.
5. Tidak boleh melawan suami dan bersikap sombong.
6. Tidak boleh membanggakan diri dihadapan suami, baik tentang keluarga, kekayaan, kecantikan dan keturunannya.
7. Tidak boleh menganggap bodoh kepada suami
8. Tidak boleh menuduh suami tanpa alasan dan bukti yang akurat dan kuat
9. Tidak boleh mengejek keluarga suami.
10. Tidak boleh menunjukan pertentangan dihadapan anak.
11. Melepas suami dengan sikap kasih sayang dan menyambutnya dengan wajah manis dan ceria.
12. Harus dapat menyiapkan dan menyediakan kebutuhan suami
13. Harus pandai mengatur dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
14. Harus dapat bertindak sebagai ibu untuk mengasuh dan mengajar anak-anaknya.
15. Agar menjaga iddahnya apabila ditalaq suami demi menjaga kesucian perkawinan.

Hak dan kewajiban bersama / suami istri:
1. Saling menjaga amanah
2. Saling memberikan cinta dan kasih sayang (QS. 30:21)
3. Memenuhi berbagai persyaratan pergaulan umum (QS.4:19)
4. Kerjasama membina rumah tangga
5. Bersikap sabar
6. Saling menghormati keluarga (QS. 4:36)

ox tips

Sekitar sedekah

Ketika seorang muslim mempunyai harta, maka pertama kali yang harus dipenuhi kebutuhannya adalah dirinya sendiri, baru setelah itu keluarganya terutama istri dan anak-anaknya. Bila hartanya berlebih, ia diperbolehkan untuk menyedekahkannya kepada orang lain . setelah keluarga urutan penerima sedekah sebagai dituntutkan syariat adalah kaum kerabat, Rosullah bersabda yang artinya “ tangan pemberi itu tinggi, dan mulailah dengan orang yang berada dalam tanggunganmu; ibumu, ayahmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, kemudian keluarga yang paling dekat dan seterusnya (An-nasa’I & Ad-Daruqutny yang menshohihkannya).
Dalam hadist riwayat ath-Thbrani & al-Hakim yang menshohihkannya “ sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kaum kerabat yang bias memendam rasa permusuhan, kepada kafir dzimmi ( yang berada dibawah perlindungan pemerintah muslim), dan kafir harbi (yang berada dalam keadaan perang dengan muslim), hewan-hewanpun berhal menerima sedekah”.
Beberapa ketentuan bagi orang yang member sedekah:
Mengutamakan keluarga yang menjadi tanggungannya, Rosul bersabda “ cukuplah besar dosa seseorang jika ia menyia-nyiakan tanggungannya” HR. Muslim dan Abu Dawud
Menyedekahkan sesuatu yang baik dan yang disukai ( QS.Al-Imram:62)
Merahasiakan sedekahnya
Tidak mengungkit-ungkit sesuatu yang disedekahkan dan tidak menyakiti hati orang yang menerima sedekah (QS.al-Baqarah:264)
Menyedekahkan sesuatu yang halal
Hikmah dibalik sedekah
Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya dijalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah; 261)
Rosul bersabda: “ sesungguhnya sedekah itu memadamkan kemurkaan Allah dan menolak akibat jelek” HR. Tirmidzi

Membentuk pribadi wanita yang menarik

1. Menanam dipikiran bahwa kita seorang wanita yang PD dan memiliki kemampuan untuk meraih cita-cita, membuang pikiran negatif yang merusak citra diri.
2. Belajar dan melakukan apapun yang dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga hari-hari kita diisi dengan kegiatan yang positif.
3. Mengembangkan sifat dan kebiasaan baik, seperti : disiplin, rapih, rajin, dll.
4. Menghilangkan sifat dan kebiasaan buruk, seperti; keras kepala, egois, dll.
5. Membuang perbendaharaan kata yang kasar , karena kata kasar itu menunjukan citra diri yang buruk dan tidak berpendidikan.
6. Mempelajari etika dan sopan santun.
7. Berpenampilan rapih, bersih dan serasi meskipun dalam kesederhaan.
8. Bersikap ramah. Keramahan membuat kita lebih menarik dan menyenangkan.
9. Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan.
10. Peduli kepada orang lain. Hindari kebiasaan cuek atau terlalu pasif.
11. Berinisiatif untuk memulai pembicaraan, untuk menyelesaikan masalah, pekerjaan, dsb jangan membiasakan diri menunggu.
12. Mengetahui topic-topik pembicaraan agar tidak jadi “kambing conge”, perluas wawasan.
13. Tampilakn kemampuan, bakat dan hobimu dihadapan orang lain.
14. Menerima penghargaan dan pujian orang lain dengan mengucapkan Alhamdulillah dan ucapan terimakasih yang tulus, dan jangan terallu merendahkan diri.
15. Bersikap tegak namun tidak kaku, sehingga tidak Nampak loyo dan letih. Sikap tubuh mencerminkan citra diri.
16. Belajarlah bicara denagn lebih baik dan menarik. Ekspresikan apa yang kamu katakan dengan mimic wajah, tangan, dan anggota tubuh yang lain sesuai dengan kepribadian.
17. Perbaikilah kualitas suara agar lebih hidup dan enak didengar, hindari kebiasaan mendesis/ mendesah.
18. Bersiakp tegas dalam kelembutan. Membiasakan mengambil keputusan/ pilihan tanpa keraguan.
19. Jangan berhenti belajar dari orang lain.
20. Ingat selalu bahwa tidak ada yang mudah dalam hidup ini, namun disiplin dan ketekunan akan memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Tugas Syarat UTS : Resensi Buku

Judul Buku : Evaluasi Program
Pengarang : DR. Farida Yusuf Tayibnapis, M,Pd.
Penerbit : PT. Rineka Cipta
Tahun : 2000
Tebal : 195 Halaman

Buku ini sangat layak dijadikan referensi khususnya bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah umunya bagi semua orang yang peduli akan majunya program pendidikan. Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat lugas dan sederhana serta menyertakan contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh pembaca yang masih pemula.
DR. Farida bisa dikatakan sebagai pakar pendidikan, karena keaktifan beliau memperhatikan pendidikan. Salah satu buktinya adalah dalam menyempurnakan penyusunan buku ini, penulis ikut serta dalam proyek pengembangan lembaga pendidikan tenaga kependidikan di Amerika, di sana beliau mendapat buku-buku baru yang bisa dijadikan sumber.
Evaluasi memegang peranan penting, karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai. Sebuah hasil evaluasi hendaknya dapat membantu pengembangan, implementasi, kebutuhan suatu program, perbaikan program, pertanggungjawaban, seleksi, motivasi, menambah pengetahuan, serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam program tersebut. Evaluasi dalam bidang pendidiakn diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang, kurikulum yang kurang tepat, serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak fokus.
Buku ini dibahas bagaimana langkah-langkah dan prosedur yang dilakukan dalam evaluasi, metode apa yang cocok, objeknya apa saja, samapai pada desain dan pendekatan-pendekatan dalam evaluasi dibahas secara jelas. Dengan menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi diperpustakaan anda, dijamin akan menambah perbendaharaan pengetahuan dibidang pendidikan yang sangat berguna.
Penulis menekankan bahwa evaluator jangan menghakimi, karena bukan seorang evaluator untuk menentukan apakah suatu program berguna atau tidak. Evalutor juga jangan menjadi wasit terhadap orang lain ( Kelompok Konsorsium Stanford ).
Namun ada sedikit masukan pada penulis dengan melihat tahun terbitan yaitu tahun 2000. Sebaiknya maksimal dalam kurun waktu 4 tahun buku ini isinya direvisi ulang ( mungkin dengan menambah masalah kontemporer dalam bidang pendidikan ), karena pendidikan termasuk dalam ilmu sosial yang selalu berubah dan berkembang dalam setiap saatnya.

Tugas 6: Evaluator Internal Dan Eksternal

EVALUATOR PROGRAM
1) Evaluator intern, adalah sebuah tim yang ditunjuk oleh suatu organisasi yang melaksanakan program, terdiri dari 9 orang-orang yang menjadi anggota organisasi program tersebut.
2) Evaluator ekstern, adalah sebuah tim yang diminta (biasanya oleh pengambil keputusan) untuk melaksanakan penilaian terhadap efektivitas program agar hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan di dalam menentukan tindak lanjut terhadap kelangsungan atau terhentikannya program tersebut.
Evaluator ekstern dapat berasal dari sekelompok orang yang memang sudah profesional, yang memang merupakan kelompok yang siap dibayar oleh pengambil keputusan. Ada juga evaluator dari perwakilan beberapa instansi yang ditunjuk. Misalnya penilaian terhadap Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) ditunjuk perwakilan dari beberapa IKIP yang tidak secara langsung menangani program tersebut.
PERSYARATAN EVALUATOR
Untuk memperoleh hasil evaluasi yang sebaik-baiknya, bagi evaluator program dituntut adanya persyaratan-persyaratan tertentu:
1) Memahami materi, yaitu memahami tentang seluk beluk program yang dievaluasi, antara lain:
a. Tujuan program yang sudah ditentukan sebelum mulai kegiatan.
b. Komponen-komponen program
c. Variabel yang diuji-cobakan atau dilaksanakan
d. Jangka waktu dan penjadwalan kegiatan
e. Mekanisme pelaksanaan program
f. Pelaksanaan program
g. Sistem monitoring kegiatan program
2). Menguasai teknik, yaitu menguasai cara-cara atau teknik yang digunakan di dalam melaksanakan evaluasi program. Oleh karena evaluai program tidak lain adalah penelitian evaluasi , maka evaluator program harus menguasai metodologi penelitian, meliputi:
a. Cara membuat perencanaan penelitian
b. Teknik menentukan populasi dan sampel
c. Teknik menyusun instrumen penelitian
d. Prosedur dan teknik pengumpulan data
e. Penguasaan teknik pengolahan data
f. Cara menyusun laporan penelitian
Untuk metodologi yang terakhir ini evaluator program harus menguasai sesuatu yang lebih dibandingkan dengan peneliti karena apa yang disampaikan akan sangat menentukan kebijaksanaan yang kadang-kadang resikomya sangat besar.
3). Objektif dan cermat. Tim evaluator adalah sekelompok orang yang mengemban tugas penting yang di tugasnya ditopang oleh data yang dikumpulkan secara cermat dan objektif. Berdasarkan atas data tersebut mereka diharapkan, mengklasifikasikan, mentabulasikan, mengolah dan sebagainya secara cermat dan objektif pula. Khususnya di dalam menentukan pengambilan strategi penyusunan laporan, evaluator tidak boleh memandang satu atau dua aspek sebagai hal yang istimewa, dan tidak boleh dan tidak boleh pula memihak. Baik pelaku evaluasi dari dalam ekstern (terutama yang dibayar!) tidak dibenartkan “mengambil muka” dari orang/lembaga yang meminta bantuan atau menugaskannya untuk mengevaluasi.
4). Jujur dan dapat dipercaya
Tim evaluasi merupaka tim kepada siapa pengambil keputusan menumpahkan seluruh kepercayaannya kepadanya. Mengapa pengambil keputusan minta tolong untuk mengevaluasi program yang dipandang penting untuk dievaluasi?. Alasannya ada dua hal: (a) mereka menghindari adanya bias (kesalahan pengamatan atau kesalahan persepsi) dan (b) dalam mempertanggungjawabkan tindakannya kepada masyarakat luas, tidak akan ada rasa “risih” karena adanya kemungkinan tidak jujur. Atas dasar alasan penyerahan tugas mengevaluasi tersebut kepada evaluator, maka menjadisuatu beban mental yang berat pada tim evaluator untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sebagai timbal baliknya mereka harus dapat menunjukan tingkat keterpercayaan yang tinggi kepada pemberi tugas.
Sehubungan dengan persyaratan evaluator ini, Ronald G. Schnee (1977) menyimpulkan dari data yang diperoleh dari 45 orang peneliti dan evaluator adanya 11 (sebelas) hal yang harus diperhatikan:
1) Evaluator hendaknya merupakan otonom. Evaluator hendaknya orang luar yang sama sekali tidak ada ikatan dengan pengambil kebijaksanaan maupun pengelola dan pelaksana program. Di samping itu juga harus jauh dari tekanan politik.
2) Ada hubungan baik dengan responden dalam arti dapat memahami sedalam-dalamnya watak, kebiasaaan dan cara hidup klien yang akan dijadikan sumber data evaluasi.
3) Tanggap akan masalah politik dan sosial karena tujuan evaluasi asalah pengembangan program.
4) Evaluator berkualitas tinggi, dalam arti jauh dari biasa. Evaluator adalah orang yang mempunyai self concept yang tinggi, tidak mudah terombang-ambing.
5) Menguasai teknik untuk memilih desain dan metodologi penelitian yang tepat untuk program yang dievaluasi.
6) Bersikap terbuka terhadap kritik. Untuk mengurangi dan menahan diri dari bias, maka evaluator memberi peluang kepada orang luar untuk melihat apa yang sedang dan telah dilakukan.
7) Menyadari kekurangan dan keterbatasannya serta bersikap jujur, menyampaikan (menerangkan) kelemahan dan keterbatasan tentang evaluasi yang dilakukan.
8) Bersikap pasrah kepada umum mengenai penemuan positif dan negatif. Evaluator harus berpandangan luas dan bersikap tenang apabila menemukan data yang tidak mendukung program, dan berpendapat bahwa penemuan negatif sama pentingnya dengan penemuan positif.
9) Bersedia menyebarluaskan hasil evaluasi. Untuk program kegiatan yang penting dan menentukan, hasil evaluasi hanya pantas dilaporkan kepada pengambil keputusan dalam sidang tertutup atau pertemuan khusus. Namun untuk program yang biasa, dan dipandang bahwa masyarakat dapat menarik manfaat dari penilaiannya, sebaiknya hasil evaluasi disebarluaskan , khususnya bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
10) Berlawanan dengan nomor 9, menurut Ronald G. Schnee, hasil penilaian yang tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai informasi terbuka, sebaiknya tidak disebarluaskan (merupakan sesuatu yang konfidensial).
11) Tidak mudah membuat kontrak. Evaluasi yang tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah disebutkan sebaiknya tidak dengan mudah menyanggupi menerima tuga karena secara etis dan moral akan merupakan sesuatu yang kurang dapat dibenarkan.

Tugas V : Konsorsium Stanford

Universitas On-line “U21 Global” Tengah Bersiap Menguasai Asia
Rabu, 23-01-2002
Universitas on-line model universitas terbuka yang didukung oleh 15 universitas terkenal di AS, Canada, Eropa, Australia, dan beberapa universitas terkemuka di Asia tengah dipersiapkan guna hadir tepat pada kwartal pertama tahun 2003. Dengam mengambil nama “U21 Global” atau Universitas 21 Global maka model pengajaran e-Learning yang berorientasi pada penyediaan pendidikan bergelar sarjana dan pasca-sarjana untuk bidang bisnis dan teknologi informasi ini akan beroperasi didukung oleh akreditasi 15 universitas yang tergabung dalam kemitraan “Universitas 21″ yang bermitra dengan institusi swasta Thomas Learning.
Thomas Learning adalah perusahaan publik berskala global dalam bidang penyedia jasa solusi pendidikan dan training yang basis bisnisnya berpusat di Canada dan London – Inggris. Pada tahun 2000 pendapatan bisnis perusahaan mencapai nilai $ 6 milyar. Sedangkan Universitas 21 adalah jaringan kerja sama pendidikan, akreditasi dan riset diantara sekelompok Universitas yang mengandalkan riset iptek yang intensif, yang terdiri atas 18 Universitas di kawasan Amerika Utara/Canada, Eropa, dan Asia-Pasifik.
Konsorsium kerja sama Universitas “U21 Global” mulai digulirkan dengan modal awal kerja sama senilai AS $ 50 juta. Kantor administrasi pengelola kampus akan berpusat di Singapore, demikian pula halnya dengan segala paket materi perkuliahan akan dipersiapkan dan dipancarkan lewat Internet dari Singapore.
Dalam tahap awal operasionalnya “U21 Global” akan membidik pasar di kawasan Asia, khususnya ASEAN dan Asia Timur. President & CEO Thomson Learning yang juga duduk sebagai manajemen puncak “U21 Global” Bob Cullen memprediksikan akan terdapat pasar potensial pendidikan model e-Learning lewat Internet bagi sejumlah 32 juta mahasiswa di seluruh penjuru dunia akan setara dengan permintaan bernilai komersial sebesar AS $ 100 milyar lebih.
Pasar Asia khususnya untuk calon mahasiswa dari Singapore, Malaysia, dan Hong Kong, dianggap sebagai pasar pertama yang paling potensial dan dikenal sebagai pengguna jasa yang “brand concious”-nya tinggi dan sangat menghargai akan arti mutu materi kuliah yang berasal dari universitas terkemuka yang bergabung dalam konsorsium Universitas “U21 Global”. Bahasa pengantar kuliah adalah Bahasa Inggris.
15 Universitas yang telah aktif bergabung dalam “U21 Global” yakni ;
• University of Virginia, University of Michigan, McGill University, University of British Columbia ( AS & Canada ) ;
• University of Melbourne, University of New South Wales, University of Queensland, University of Auckland ( Australia & Selandia Baru ).
• National University of Singapore ( NUS ), University of Hong Kong, Fudan University dan Peking University ( China ).
• Beberapa universitas dari negara-negara di Europe.
Di AS komersialisasi jasa pendidikan e-Learning telah berjalan sejak menjelang tahun 2000 ; baik yang dijalankan oleh Universitas maupun ditawarkan oleh Institusi swasta penyedia jasa Pendidikan & Training. Persaingan di tengah pasar AS senilai $1.1 milyar sesuai penelitian Goldman Sachs sampai tahun 2002 berjalan sangat kompetitif. Terlebih ketika pada Nov 2000 Universitas terpandang seperti Harvard dan Stanford yang bekerja sama menyiapkan program unggulan keduanya dalam bidang Manajemen Bisnis dilaksanakan on-line di Internet. Program edua Universitas memang difokuskan terutama bagi sosok eksekutif yang memerlukan penajaman lanjutan dalam keahlian bidang Manajemen.
Ketua Jurusan Harvard Business School telah menggariskan visi Harvard & Stanford guna menjadi nara sumber terdepan dalam bidang pendidikan manajemen secara on-line dizaman global ini adalah : “to educate leaders around the world,”
( 23-01-02 SI-IPTEKnet merangkum dari berbagai sumber ) .

Sumber: IPTEKnet / Rizal

Tuesday | June 26, 2007
PENGERTIAN BROADBAND
Jangan beli kucing dalam karung. Ingat terus prinsip ini bahkan ketika Anda ingin berlangganan jaringan Internet broadband. Sebaiknya pelajarilah dulu apa dan bagaimana jaringan broadband itu. Era booming Internet broadband tampaknya sudah memasuki hampir setengah dekade dalam sejarah evolusi Internet. Meski sudah cukup berumur, namun gaungnya masih saja terdengar bahkan tambah meluas di masyarakat.
Para pengguna Internet khususnya di Indonesia sudah mulai melirik broadband sebagai media komunikasi Internet utamanya. Jangan bandingkan dengan di luar negeri yang untuk perumahan pun sudah menggunakan broadband berkecepatan super.
Selama masa perjalanannya, jaringan Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet. Tren produk broadband dari waktu ke waktu semakin membuat internet terasa murah saja, meskipun kualitasnya tidak selalu dijamin bagus. Teknologi broadband memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meluasnya penggunaan Internet.
Jika di luar negeri banyak yang sudah merasakannya, di Indonesia mungkin ada sebagian pengguna dan pehobi komputer yang tahu saja tidak tentang Internet broadband beserta teknologi dan produknya. Maka itu, tidak ada salahnya teknologi ini kita review kembali dengan cakupan yang lebih bersifat umum dan general. Meskipun belum bisa merasakannya, paling tidak sudah ada gambaran mengenai apa sih sebenarnya teknologi Internet broadband yang banyak disebut-sebut di kota besar.
Mengapa Broadband?
Teknologi Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi Internet broadband biasanya jalur ini akan dibagi dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, maka Anda akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut. Meski tidak selalu demikian kondisinya, namun tren broadband di Indonesia memang demikian.
Jaringan Internet broadband dapat digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar, pehobi game, sampai dengan kantor-kantor kecil dan kantor cabang yang ingin terkoneksi dengan kantor pusatnya dengan kecepatan cukup tinggi. Mengapa mereka harus mempertimbangkan broadband?
Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.
Broadband dapat dikatakan koneksi yang cukup ekonomis, karena dengan membayar biaya yang relatif murah, Anda bisa mendapatkan koneksi Internet yang cukup cepat meski tidak seterusnya bisa demikian. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menjalankan berbagai macam aplikasi boros bandwidth, namun tidak dijamin kelancarannya ketika banyak pengguna sedang terkoneksi.
Selain itu, coverage area dari koneksi broadband juga sering menjadi kelemahannya. Area coverage dari teknologi ini memang belum bisa terlalu luas karena memang ada keterbatasan teknis. Di sinilah nilai plus dan minus nya produk Internet broadband.
Apa Saja Teknologi Broadband yang Ada?
Teknologi broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghantarkan koneksi Internet untuk Anda adalah teknologi DSL, teknologi Cable, dan fixed wireless. Masing-masing media memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri yang justru menjadikan opsi bagi yang ingin menggunakannya. Semua akan dibahas satu per satu di sini.
1. Teknologi DSL (Digital Subscriber Line)
DSL merupakan kumpulan teknologi-teknologi yang memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan pada jaringan telepon tembaga biasa yang telah lama ada untuk menghantarkan data digital berkecepatan tinggi. Koneksi DSL sangat mudah digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Namun, sifat dan kecepatannya seperti halnya koneksi leased line yang dapat selalu aktif selama koneksi ke sentral terminasi DSL masih aktif.
Teknologi DSL dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat bernama DSLAM (DSL Access Multiplexer). Perangkat inilah yang membuat media koneksi berjalan menggunakan teknologi DSL dan menjadi pusat terminasi. DSL biasanya menggunakan sinyal frekuensi dengan range yang cukup tinggi, yaitu hingga 1 MHz. Masing-masing tipe DSL berbeda-beda dalam hal penggunaan frekuensi. Sebagai contoh teknologi ADSL menggunakan frekuensi 20 KHz sampai 1 MHz.
Dengan bekerja pada frekuensi ini, ADSL tidak akan mengganggu sinyal suara yang juga dibawa dalam media ini. Jadi, pengguna masih tetap dapat melakukan peneleponan sementara koneksi Internet juga tetap berjalan. Lain halnya dengan DSL jenis Single-line
DSL yang menggunakan frekuensi yang sama dengan sinyal suara. Dengan spesifikasi ini, maka pelanggan DSL jenis ini tidak akan dapat melakukan peneleponan ketika ber-Internet.
Namun, teknologi DSL juga bukan tanpa kekurangan. Kekurangan pertama, teknologi DSL pada keadaan normal memiliki area coverage maksimal sebesar 5,5 km saja. Dengan adanya batasan ini, masih banyak area yang belum bisa dijangkau. Selain itu, tidak semua kantor sentral otomat (STO) dibuat untuk mendukung teknologi DSL, sehingga area-area tertentu belum bisa menikmatinya sampai terpasangnya perangkat DSLAM di STO tersebut.
Tipe-tipe DSL
Teknologi DSL memang berkembang cukup cepat. Dari perkembanganya itu, teknologi DSL terbagi-bagi menjadi lebih dari satu tipe. Semua tipe tersebut memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah tipe-tipe koneksi broadband mengadopsi teknologi DSL yang umum digunakan saat ini:
- Asymmetric DSL (ADSL)
Yang dimaksud dengan kata Asymmetric DSL adalah teknologi ini memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (upload) dan penerimaan data (download). Karena ketidaksamaan inilah, maka diberikan istilah Asymmetric untuk teknologi ini. Biasanya kecepatan downloading data akan lebih besar daripada uploading, mengingat lalu-lintas data Internet khususnya untuk level pengguna akhir lebih banyak men-download.
Tipe DSL seperti ini memang sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna level perumahan, di mana traffic menerima data lebih besar daripada melakukan pengiriman. Kondisi seperti ini sangat cocok untuk aplikasiaplikasi level pengguna akhir seperti misalnya melakukan download musik dan film, surfing, online games, menerima e-mail, dan banyak lagi. ADSL menyediakan koneksi upstream yang relative lambat karena biasanya koneksi ini hanya digunakan untuk melakukan permintaan data ke Internet. Dengan adanya spesifikasi seperti ini, harga servis ADSL bisa ditekan semurah mungkin sehingga terjangkau oleh pengguna rumahan.
- Symmetric DSL (SDSL)
Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar, melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan.
- G.SHDSL
Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini.
- Integrated Service Digital Network DSL (IDSL)
Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau 144 Kbps.
IDSL hanya digunakan untuk membawa komunikasi data saja, tidak seperti ISDN yang juga bisa digunakan untuk suara. IDSL sangat ideal untuk digunakan di kantor-kantor cabang karena sinyalnya bisa dikuatkan persis seperti ISDN. Sistem billing-nya juga tidak seperti ISDN karena IDSL biasanya dibanderol dengan harga tetap (Flat price).
- Very-high-data-rate DSL (VDSL)
VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja.
- High-data-rate DSL (HDSL)
Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.
2. Teknologi Cable
Cikal bakal teknologi Internet Cable sebenarnya dimulai dari pemenuhan kebutuhan konsumen akan siaran televisi yang berkualitas. Asal usul kata Cable sendiri pun berasal dari kata Community Antenna Television (CATV) yang kemudian lebih banyak disebut orang sebagai Cable TV. Untuk memastikan perangkat TV biasa dapat digunakan untuk Cable TV, teknologi ini memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa di broadcast di udara menjadi berbentuk sinyal-sinyal yang dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel Coaxial.
Dengan semakin meluasnya penggunaan Cable TV ini serta kebutuhan Internet yang semakin booming, maka dimanfaatkanlah infrastruktur Cable TV ini untuk melewatkan data. Bahkan di beberapa negara juga melewatkan sinyal-sinyal telepon. Dengan demikian, para penyedia jasa jaringan Cable bias mengeruk profit lebih banyak dari infrastruktur yang telah mereka buat dengan biaya yang cukup mahal.
Beberapa keuntungan yang akan didapat pengguna dari adanya teknologi Cable adalah sebagai berikut:
Teknologi Cable yang melewatkan koneksi Internet dapat memungkinkan penggunanya melakukan koneksi VPN ke kantor pusat secara non-stop, sehingga pengguna bagaikan memiliki jalur pribadi sendiri dengan koneksi yang tanpa henti.
Kecepatan transfer yang relatif tinggi dipadukan dengan harga yang tidak terlalu mahal memungkinkan pengguna yang berkantor di rumah dapat menikmati Internet cepat juga.
Teknologi TV Cable plus Internet dapat menciptakan servis baru, yaitu TV Interaktif.
Penyedia jasa Cable dapat membuat servis VOIP melalui infrastrukturnya tersebut, sehingga pengguna bisa menikmati juga telepon ekonomis dari media kabel yang sama, tidak perlu berlangganan media lain lagi.
Kata “Cable” sebenarnya juga merujuk kepada media pembawanya yang berjenis kabel coaxial. Dalam membuat bentangan Cable yang sangat jauh jaraknya, biasanya digunakan amplifier atau penguat sinyal untuk tetap menjaga keutuhan sinyal selama di perjalanan. Amplifier akan dipasang pada bentangan kabel coaxial kurang lebih setiap jarak 610 meter. Sinyal yang dikuatkan adalah sinyal frekuensi 50 sampai 860 MHz. Lebar frekuensi ini digunakan untuk sinyal TV analog, TV digital dan layanan komunikasi data.
Dengan hitungan ini, maka setiap 30 kilometer area coverage, kabel Coaxial membutuhkan penguat sebanyak kurang lebih 50 buah amplifier sepanjang jalan. Tentunya arsitektur seperti ini akan cukup merepotkan para administratornya dalam me-maintain-nya. Akan banyak sekali problem dan kendala dalam menggunakan sistem ini. Maka dari itu, saat ini arsitektur jaringan Cable tidak lagi dibuat menggunakan murni media Coaxial, namun dibuat juga menggunakan bentangan media fiber optik.
Media fiber optik digunakan dengan tujuan untuk akan meniadakan amplifier sinyal, membawa siyal dengan lebih bersih, kecepatan transfer yang lebih tinggi dan dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial biasa. Dengan adanya semua kelebihan ini, kendala dan problem yang ada di jaringan Cable dapat jauh berkurang sehingga pelanggan lebih nyaman dalam menonton TV maupun ber-Internet.
Namun, media fiber optik tidak ditarik sampai ke lokasi pelanggan, karena media ini hanya bertugas sebagai backbone link saja. Untuk mendistribusikan informasi sampai ke pengguna, arsitektur jaringan Cable pada umumnya masih mempercayakan media Coaxial. Jadi, arsitektur jaringan seperti ini yang merupakan perpaduan Fiber dan Coaxial dinamai dengan istilah Hybrid Fiber Coax (HFC).
Broadband Memang Nyaman
Sekilas mengenai teknologi broadband sudah dibahas di atas. Teknologi DSL dan Cable memang yang saat ini sedang digandrungi oleh banyak pengguna. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dari sinilah segmentasi produk broadband terbentuk. Teknologi DSL tampaknya lebih cocok digunakan di segmen korporat ataupun SOHO yang cukup besar traffic datanya. Sedangkan, teknologi Cable lebih cocok digunakan oleh perumahan yang membutuhkan hiburan tambahan dan juga koneksi Internet. Lebih lanjut tentang detail teknologi Cable yang sangat unik dan juga teknologi Wireless broadband serta Satellite broadband akan dibahas pada edisi berikutnya. Selamat belajar!
(sumber: PC Media)

Tugas 4: JENIS-JENIS VALIDITY

Tugas ke-4 : Jenis-jenis validity

Validitas atau kesahihan menunjukan pada kemampuan suatu instrumen (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur (…. a valid measure if it succesfully measure the phenomenon), seseorang yang ingin mengukur tinggi harus memakai meteran, mengukur berat dengan timbangan, meteran, timbangan merupakan alat ukur yang valid dalah kasus tersebut. Dalam suatu penelitian yang melibatkan variabel/konsep yang tidak bisa diukur secara langsung, maslah validitas menjadi tidak sederhana, di dalamnya juga menyangkut penjabaran konsep dari tingkat teoritis sampai tingkat empiris (indikator), namun bagaimanapun tidak sederhananya suatu instrumen penelitian harus valid agar hasilnya dapat dipercaya.
Mengingat pentingnya masalah validitas. Maka tidak mengherankan apabila Para Pakar telah banyak berupaya untuk mengkaji masalah validitas serta membagi validitas ke dalam beberapa jenis, terdapat perbedaan pengelompokan jenis-jenis validitas, Elazar Pedhazur menyatakan bahwa validitas yang umum dipakai tripartite classification yakni Content, Criterion dan Construct, sementara Kenneth Bailey mengelompokan tiga jenis utama validitas yaitu : Face validity, Criterion Validity, dan construct validity, dengan catatan face validity cenderung dianggap sama dengan content validity. Berikut ini akan dikemukakan beberapa jenis validitas yaitu :

1. Validitas Rupa (Face validity). Adalah validitas yang menunjukan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya nampak mengukur apa yang ingin diukur, validitas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen. Menurut Djamaludin Ancok validitas rupa amat penting dalam pengukuran kemampuan individu seperti pengukuran kejujuran, kecerdasan, bakat dan keterampilan.

2. Validitas isi (Content Validity). Valditas isi berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bahwa suatu alat ukur mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Misalnya test bidang studi IPS, harus mampu mengungkap isi bidang studi tersebut, pengukuran motivasi harus mampu mengukur seluruh aspek yang berkaitan dengan konsep motivasi, dan demikian juga untuk hal-hal lainnya. Menurut Kenneth Hopkin penentuan validitas isi terutama berkaitan dengan proses analisis logis, dengan dasar ini Dia berpendapat bahwa validitas isi berbeda dengan validitas rupa yang kurang menggunakan analisis logis yang sistematis, lebih lanjut dia menyatakan bahwa sebuah instrumen yang punya validitas isi biasanya juga mempunyai validitas rupa, sedang keadaan sebaliknya belum tentu benar.

3. Validitas kriteria (Criterion validity). Adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. Terdapat dua bentuk Validitas kriteria yaitu :
a. Validitas konkuren (Concurrent validity),
b.Validitas ramalan (Predictive validity),
Validitas konkuren adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama.
Validitas ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang. Contohnya apakah test masuk sekolah mempunyai validitas ramalan atau tidak ditentukan oleh kenyataan apakah terdapat korelasi yang signifikan antara hasil test masuk dengan prestasi belajar sesudah menjadi siswa, bila ada, berarti test tersebut mempunyai validitas ramalan.

4. Validitas konstruk (Construct Validity). Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R. Fraenkel validasi konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validasi lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validasi isi dan validasi kriteria.

Tugas 3 : Format Raport

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.